KELOMPOK 7

KELOMPOK 7

Rabu, 23 Mei 2012


BAB XI
MANUSIA DAN LINGKUNGAN

A.      Pengertian Demografi dan Problematikanya dalam Meningkatkan Kesejahteraan Penduduk
1.       Pengertian Demografi
Istilah demografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Demos yang berarti rakyat atau penduduk dan Grafein yang berarti menulis. Demografi didefinisikan oleh beberapa ahli seperti:
-          Achille Guillard
-          Donald J. Bogue
-          Johan Suszmilch
-          George W. Barclay
-          Philip M. Hauser dan Dudley Duncan
-          D.V. Glass
Jadi demografi adalah ilmu yang mempelajari persoalan dan keadaan perubahan-perubahan penduduk atau dengan perkataan lain, segala hal yang berhubungan dengan komponen perubahan tersebut seperti kelahiran, kematian, migrasi, sehingga menghasilkan suatu keadaan dan komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin tertentu.
2.       Problematika Demografi dalam Meningkatkan Kesejahteraan Hidup Manusia
Ada tiga problematika demografi yang merupakan bagian penting dari penduduk, yaitu:
a.       Dinamika kependudukan
b.      Komposisi penduduk
c.       Besar dan persebaran penduduk
3.       Demografi Formal
Demografi formal merupakan analisis pola-pola, jumlah, susunan, komposisi dan distribusi penduduk yang timbul dari hubungan di antara berbagai variabel demografi.
4.       Sosiologi Demografi
Sosiologi demografi memberikan pengertian yang mendalam terhadap pertanyaan ilmiah dalam bidang sosial yang ada hubungannya dengan sebab-musahab dari pola-pola penduduk dan proses kependudukan. Unsur integral dari sistem kependudukan meliputi:
1)      Struktur penduduk
2)      Komposisi penduduk
3)      Distribusi penduduk
5.       Hakikat Manusia sebagai Objek dan Subjek Lingkungan
Dalam pengkajian masalah kemanusiaan, manusia menempati posisi ganda, artinya manusia tidak hanya sebagai subjek (pelaku), tetapi juga sebgaai objek (sasaran). Tema pengkajian masalah kemanusiaan diarahkan pada:
a.       Diri manusia sendiri dan nila-nilai kemanusiaan
b.      Hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan alam, dan hubungan manusia dengan Tuhan.
6.       Manusia, Lingkungan Alam, dan Lingkungan Sosial Budaya
Lingkungan sosial budaya adalah sejumlah manusia yang hidup berkelompok dan saling berinteraksi secara teratur guna memenuhi kepentingan bersama agar manusia dan budayanya dapat berkembang dengan sempurna, dia harus hidup bersama manusia lain. Yang disebut manusia bermasyarakat merupakan cara memfungsikan budaya dengan interkasi secara teratur antar sesamanya seingga kepentingan bersama dapat terpenuhi secara wajar dan sempurna.
7.       Pengaruh Timbal Balik anatara Kondisi Lingkungan Alam dan Kondisi Seni Budaya
Kecintaan manusia terhadap lingkungan merupakan faktor pembangkit daya kreativitas untuk menciptakan suatu karya baru yang lebih bermanfaat. Hubungan alam dan lingkungan terlaksana secara erat dengan prinsip manusia ditentukan oleh alam dan lingkungannya dalam hal bagaimana dia mesti hidup dan mencari hidup.
B.      Pertumbuhan dan Pertambahan Penduduk Indonensia
1.       Pertumbuhan Penduduk
a.       Kelahiran
1)      Tingkat kelahiran
2)      Angka kelahiran umum
b.      Kematian
1)      Tingkat kematian (mortalitas)
2)      Angka kematian menurut umur (ASDR)
3)      Angka kematian bayi
c.       Migrasi
Migrasi adalah perpindahan penduduk yang dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
1)      Migrasi keluar atu emigrasi
2)      Migrasi masik atau imigrasi
2.       Pertambaan Penduduk
a.       Pertambahan penduduk sosial
b.      Pertambahan  penduduk alami
c.       Pertambahan penduduk migrasi
Negara yang paling cepat pertumbuhan penduduknya adalah Negara yang sedang berkembang sehingga menimbulkan banyak masalah kependudukan yang sulit untuk diatasi.
Pertumbuhan penduduk yang cepat atau tidak terkendalikan pada suatu saat akan melampaui daya dukung lingkungan, yaitu kemampuan suatu daerah untuk mendukung sejumlah manusia tertentu pada tingkat kehidupan yang wajar. Masalah yang ditimbulkan oleh pertumbuhan dan pertambahan penduduk yang cepat antara lain:
1.       Kelebihan tenaga kerja
2.       Kesulitan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat
C.      Mortalitas, Fertilitas, Perhitungan, dan Pertambahan Penduduk
1.       Mortalitas (Kematian)
Mortalitas adalah keluarnya penduduk yang terjadi karena kematian. Konsep mortalitas adalah sebagai berikut:
a.       Lahir hidup (live birth)
b.      Mati (death)
c.       Lahir mati (fatal death)
a.       Angka kematian dasar
b.      Angka kematian menurut umur
2.       Fertilitas (Kelahiran)
Fertilitas adalah masuknya individu ke dalam populasi melalui kelahiran. Fertilitas sebagai istilah demografi diartikan sebagai hasil reproduksi yang nyata dari seorang wanita atau sekelompok wanita. Fertilitas mencakup peranan kelahiran pada perubahan penduduk, sedangkan natalitas mencakup peranan kelahiran pada perubahan penduduk dan reproduksi manusia.
a.       Lahir hidup (live birth)
b.      Lahir mati (still birth)
c.       Abortus
d.      Masa reproduksi (childbearing age)
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Fertilitas
Menurut Kingsley Davis dan Judith Blake
Tiga tahap penting dari proses reproduksi adalah:
1.       Tahap hubungan kelamin
2.       Tahap konsepsi
3.       Tahap kehamilan
Perhitungan penduduk dapat dirumuskan menjadi:
P = (L-M) + (I – E)
Keterangan :
P : jumlah pertambahan penduduk
L : Jumlah kelahiran
M : Jumlah kematian
I : Jumlah Imigrasi
E : Jumlah Emigrasi
Akibat dari ledakan penduduk tersebut dapat menimbulkan beberapa masalah seperti :
-          Keadaan kehidupan penduduk terus menurun.
-          Banyak terjadi pengangguran akibat lapangan kerja yang tidak seimbang dengan tenaga kerja yang tersedia.
-          Kurang terpenuhinya kebutuhan air minum, penerangan listrik, perumahan, dan bahan makanan.
-          Pendapatan rata-rata penduduk relatif rendah.
Pengendalian masaah diatas dapat dilakukan dengan cara:
-          Menggiatkan usaha transmigrasi
-          Memajukan pendidikan
-          Meningkatkan bidang pertanian
-          Peningkatan semua hasil produksi peternakan, perikanan, dan kehutanan.
-          Melaksanakan program Keluarga Berencana
Masalah Ekonomi Dunia
Pada tahun 1978, Thomas Robert Malthus, seorang ahli ekonomi berkebangsaan Inggris yang hidup dari tahun 1766-1834 mempermasalahkan perkembangan penduduk dunia. Dia berpendapat bahwa kelaparan, penyakit, dan perang adalah pengendali dari kepesatan pertumbuhan penduduk dunia. Ia juga berpendapat “pertumbuhan penduduk berlaku seperti deret ukur, dan pertamabhan bahan pemuas kebutuhan seperti deret hitung. Maksudnya bahwa pertumbuhan penduduk sangat cepat, tidak seimbang dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat lambat.
Keadaan Ekonomi dalam Masa Demokrasi Terpimpin (Sistem Ekonomi Terpimpin)
Krisis moneter terjadi karena nilai tukar mata uang mengalami depresiasi (merosot terhadap mata uang Dollar). Akibat krisis ekonomi:
1.       Kemiskinan.
2.       Meningkatkan pengangguran.
3.       Semakin kuatnya Negara birokrasi bersifat nepotisme dan feodal.
4.       Membesarkan golongan minoritas.
5.       Adanya dualisme sosial.
Cara mengatasi krisis moneter:
1.       Memfungsikan uang sebagai alat tukar.
2.       Mata uang emas dan perak sehingga nilai nominal dan nilai intrinsiknya akan menyatu.
3.       Memperlakuakan uang tidak dengan sistem ribawi.
4.       Menciptakan sistem ekonomi yang bebas dari bunga alias bunga sama dengan nol.
D.      Analisis Dampak LIngkungan dan Analisis Resiko Lingkungan
1.       Analisis Dampak Lingkungan
AMDAL dimaksudkan sebagai alat untuk merencanakan tindakan preventif terhadap kerusakan lingkungan yang mungkin akan ditimbulkan oleh suatu aktivitas pembangunan yang sedang direncanakan.
2.       Analisis Resiko Lingkungan
ARL digunakan untuk mengelola resiko lingkungan, pada umumnya sesuai untuk pelaksanaan audit lingkungan.
3.       Kerusakan Lingkungan Hidup
Kerusakan lingkungan hidup disebabkan oleh dua hal yaitu:
1.       Rendahnya pendapatan dan besarnya kemiskinan.
2.       Kalangan pendapatan tinggi dengan gaya hidup yang boros dalam penggunaan Sumber Daya Alam (SDA)
Kerusakan lingkungan hidup dapat pula terjadi karena sikap acuh tak acuh terhadap sampah dan limbah yang dapat menggangu stabilitas ekosistem. Limbah yang dimaksud adalah:
a.       Limbah industri
b.      Limbah pertanian
c.       Limbah pemukiman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar